Belajar Sulap Di Komputer
Belajar Sulap di Komputer
Oleh : Teguh estro
Dasar guru yang tidak pengertian sama muridnya. Padahal sebentar lagi mau ujian tapi masih saja PR menumpuk. Ternyata beginilah kalau sekolah di SMP unggulan. Tapi apa boleh buat, lebih baik kucari pemecahannya. Aha.. minta ajarin kakak aja, dia kan ada komputer. Aku langsung naik ke lantai atas rumahku.
“Hm..Hm..”
“Eh, elo Don. Kayak kucing aja. Masuk kamar kok sembunyi-sembunyi, ngapain kesini”
“He..He, lagi sibuk ya kak..?” tanyaku.
“walah basa-basi lo. cepetan ngapain. sebentar lagi kakak mau keluar nih” Wah, kalau sudah pakai minyak rambut, jaket hitam, kelihatannya dia bener-benar-benar mau pergi deh. Kebetulan malam ini kakakku mau meminjam buku ke temannya buat tugas kuliah besok katanya. Padahal aku mau minta buatin PR
“Kak, ajarin buat PR dong.. pake diketik segala nih..!”
“kakak kasih tahu aja ya. kalo mau pinter cobalah untuk ngerjain tugas kamu sendiri. Jangan takut salah.. Ntar, hasilnya baru kakak periksa. Kalo mau pake komputer, tuh..masih nyala..! pake aja”
“Tapi kan aku belum bisa ngetik..”
“Kapan kamu mau bisa… coba aja. Oh iya Don, ntar kalau ada temen kakak ke sini bilang aja tugasnya sebentar lagi selesai ya.”
Aku hanya mengangguk-angguk. Tapi aku heran kalau komputer nyala terus bisa meledak nggak ya. Mulai kutatap layar monitor komputer kakakku. Ternyata makalah itu begini. Pendahuluan… aduh, panjang bener isi tulisannya, pasti capek ngetiknya. Kucoba untuk mengetik sebisaku di bawah makalah kakak, ya…walaupun masih dengan dua telunjuk. Sulit juga kalau belum hapal letak-letak hurufnya. Menggerakkan mouse saja masih gugup apalagi disuruh ngerjain tugas. Eh, tiba-tiba tanganku salah menggerakkan mouse dan tanpa sengaja meng-click sesuatu. Tampaknya tadi panah penunjuk mouse menunjuk pada tanda silang. Aduh, layar monitor kok tiba-tiba terlihat tulisan “Do you want to save the change to ”Makalah Sistem Operasi Komputer”” Dibawahnya tertulis tiga pilihan Yes, No dan Cancel. Namun aku tetap santai saja, seperti kata kakak kalau belajar jangan takut salah.
Sejenak aku berpikir apa yang terjadi pada komputer ini. Namun seketika datang Bibi di kamarku.
“Mas Doni.. ada telepon dari mas Randi..”
“Iya bi..sebentar”
Untung saja kakak menghubungiku tepat waktu. Langsung saja kuturuni tangga dan mengangkat gagang telepon.
“ Halo kak..!”
“ Don, makalahnya jangan di exit dulu ! terus kamu save di my document aja.”
Belum sempat kujawab telepon tersebut tapi tampaknya kakak terburu-buru mematikan telepon. Ah, yang penting ‘kan belajar.. salah juga nggak apa-apa. Tadi kakak bilang jangan dieksit dulu, maksudnya apa ya..! lalu sef di mai dokumen.
Kembali lagi ke kamar atas dan saat kulihat layar komputer kini malah berubah hitam menyeramkan. Tampak gambar bintik-bintik putih memenuhi layar yang hitam tersebut seperti bintang berjalan. Lama kutatapi layar monitornya. Hingga sesekali kugeser ke kanan dan ke kiri. eh, tanpa sengaja monitornya kembali seperti semula tepat saat tersentuhnya mouse di dekatku. Wuh, memang seperti sulap ya..!
Lagi-lagi ada tiga pilihan Yes, NO atau Cancel. Pilih yang mana ya…! kakak bilang ‘jangan di eksit’. ‘Jangan’ berarti bermakna negatif, maka kalau bukan pilih No pasti Cancel. Daripada salah lebih baik kubuka kamus tebal di kamar kakak. Cancel berarti batal sedangkan No berarti tidak atau jangan. Nah, berarti sudah jelas pilihannya tombol No. Tanpa ragu kucoba menggerakkan mouse ke tanda No. Namun seketika layarnya berubah lagi dari yang tadinya putih kini meghilang perlahan dan berubah menjadi gambar bendera dan tertulis Windows. Lagi-lagi kuperhatikan layar dihadapanku tanpa kusentuh apapun beberapa lama. Benar-benar seperti main sulap. Hingga beberapa lama keherananku semakin bertambah ketika layarnya kembali berubah hitam menyeramkan seperti awal tadi. Tapi aku tahu hanya dengan menggerakkan mouse maka layarnya akan kembali seperti semula. Seperti itulah kerjaanku ketika layar berubah hitam kugeser kembali mouse-nya berkali-kali hingga kakak pulang.
“Don, Elo belum tidur ya..!”
“Tapi PR-ku kak”
“Sudahlah, tidur sana.Lagian udah malam kok kakak juga mau menyelesaikan sedikit lagi tugas buat dikumpul besok. Tapi tadi sudah di save Don ? ”
Aku yang nggak ngerti langsung aja pulang ke kamar tanpa menghiraukan ucapannya dan tidur deh. Belumlah nyenyak tubuhku berbaring dari luar kamarku terdengar suara orang menggedor-gedor pintu.
“Doni, Doni…buka dong. Tadi kamu save dimana makalahnya “ aku tambah bingung saja. Ah, bodoh amat lebih baik kutinggal tidur.
“Doni… tugasnya mau dikumpul besok.” Sambil berteriak kedengarannya kakak mulai meninggalkan pintu kamarku. Dan akupun mulai paham bahwa komputer itu tidak beda dengan kotak sulap, he..he..
2 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- January 2009 (3)
- November 2008 (2)
- September 2008 (2)
- June 2008 (2)
- April 2008 (2)
- March 2008 (7)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS






dasar Doni begok..! lain kali belajar komputer dulu..! kasihan ama kakak elo tuh..!
lucu juga artikelnya, walaupun agak bodoh dan sadis:D. Kasiaan banget tuh kakak lo….