Estro’s Weblog

memberi pencerahan baru

Pantomim

ternyata manusia jika bersatu akan lebih menarik

April 2, 2008 Posted by Teguh Estro | Uncategorized | | No Comments Yet

Nasihat dari Fahmi

March 18, 2008 Posted by Teguh Estro | Uncategorized | | 1 Comment

Hai Girls

Hai Girls…

muslimah.jpg

Oleh : Teguh ‘Estro’

Tersenyum sendiri mengenang masa lalu. Riha yang kini asyik menyapu lantai dan membersihkan debu-debu bingkai foto di dinding. Foto seorang bayi yang masih imut-imut. Terlebih Foto saat ia baru masuk kuliah hingga tak sadar membuat Riha tertawa sendiri. Teringat teman-teman lucunya, saling tertawa tanpa beban.

***

Sungguh terkejut Riha dibuat kaget oleh temannya. Padahal sedari siang kerjaannya hanya melamun di taman fakultas

“Hai girls, kok melamun aja. lagi dapet ya..?”

Read more »

March 10, 2008 Posted by Teguh Estro | cerpen | | 1 Comment

Serigala cinta

Serigala Cinta

serigala.jpg

Oleh : Teguh Estro

Berjuanglah sahabat

Kepalkanlan tanganmu

Tataplah diriku

Yakinlah kita mampu

Tuk jalani

Bersama mentari

Kau bukanlah srigala cinta

Yang hanya lamuni duni

Pecahkan semua problema

Menjawab misteri cinta

Karena hatimu

Bak langit indah

Menyejukkan panasnya

Emosi

March 10, 2008 Posted by Teguh Estro | puisi | | No Comments Yet

mendeteksi cinta

Mendeteksi Gejala Cinta

cinta.jpg

Oleh: Teguh ‘Estro’

“Lihatlah apa yang disampaikan jangan lihat siapa yang menyampaikan”

Tuhanpun mencintai mahluknya, Sang Nabi senantiasa mencintai umatnya. Bagaimana dengan kita ?

Sungguh, tidaklah salah jika sekarang Indonesia berada pada dekade cinta. Mulai awal tahun 2000 hingga kini, band-band yang membawakan lagu-lagu bernafaskan cinta kian digemari. Bahkan seorang Iwan Fals yang Read more »

March 10, 2008 Posted by Teguh Estro | artikel | | No Comments Yet

Pemilu 2009

Pemilu 2009 Masih Wajah Lama

parpol.jpg

Oleh : Teguh ‘Estro’

 

 

Hiruk- pikuk Pemilihan Umum nasional sudah mulai terdengar dimana-mana. Tidak peduli apa warna benderanya, banyak Parpol yang kian gencar menyapa masyarakat untuk aksi sosial. Seperti yang sudah-sudah, sembako menjadi senjata ampuh penarik simpati rakyat. Namun ketika rakyat terus dimanja dengan wejangan-wejangan menjelang pemilu, anehnya justru pemimpin-pemimpin kita asyik mengumbar berbagai isu untuk menjegal lawan politiknya. Si merah berusaha menanduk si biru, begitupun dengan si kuning, hijau dan warna-warna lainnya.

PEMILU bukanlah Read more »

March 10, 2008 Posted by Teguh Estro | artikel | | No Comments Yet

Ulama dalam politik

ULAMA DAN POLITIK

oleh : Muttaqin 

ulama-dan-politik.jpg

Petanyaan:
Bagaimana komentar anda tentang para ulama dalam kaca / dunia perpolitikan Indonesia?

Jawab:

Ulama adalah panutan ummat, ulama juga adalah pewaris nabi. Sebagaimana dalam hadistnya: “al ulamau warosatul ammbia”. Maka, mau tidak mau seyognyanya seorang ulama tetap dalam pendirian sepeti para nabi-nabi. Membina ummat bagaimana hidup saling Bantu membantu dan membina ummat agar selalu berbuat yang baik dan meninggalkan yang mungkar. Sebagaimana di anjurkan dalam alqura’an

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S Aliimran ayat: 104)
Dalam dunia politik biasanya tidak mengarah seseorang untuk melakukan yang maruf atau meninggalkan yang mungkar, tapi lebih mengedepankan bagaimana mereka mempeoleh kekuasaan, tak peduli siapa yang tidak mengikutinya adalah sebagai lawan atau bahasa kerasnya musuh walau saudara, teman atau keluarganya sendiri. Sehingga tak sedikit orang bilang bahwa politik itu kejam
Maka peran ulama dalam perpolitikan Indonesia sebaiknya adalah netral, kalau memang masih ingin di anut ummat secarah kaaffah (menyeluruh). Karena politik bukanlah tauhid yang selamanya harus tetep, tapi dalam politik selalu berubah-rubah. Hati semua orang tidak sama, Apalagi pilihan partai yang secara bebas luas dan rahasia (LUBER). Ulama tidak berhak menentukan umat untuk mengikuti partai yang di anutnya. Tapi nurani umatlah sendiri yang menentukan siapa yang ia pilih. Kedamaian suatu Negara tidak harus di kuasai oleh ulama, tetapi oleh siapa saja yang mampu untuk memimpin Negara tersebut. Dalam perpolitikan sendiri cenderung seorang ingin di pilih, sampai-sampai tak sedikit para calon pemimpin memasang iklan baik di teevisi, media cetak ataupun sepanduk yang bersleweran di jalan-jalan. Oleh karena itu, sebaik-baiknya ulama bukanya ia ingin di pilih jadi pemimpin, tapi jika umat sendiri menunjuk ia menjadi pemimpin maka ia siap untuk memimpin.

March 8, 2008 Posted by Teguh Estro | artikel | | No Comments Yet

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

March 8, 2008 Posted by Teguh Estro | Uncategorized | | 1 Comment